Musi Rawas – Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lonjakan harga tersebut dinilai cukup memberatkan, terutama bagi pedagang makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kemasan plastik untuk operasional sehari-hari, Sabtu 18 April 2026.
Salamah, Salah satu pedagang UMKM di Musi Rawas mengaku harus memutar otak untuk menutupi biaya tambahan akibat naiknya harga plastik. “Biasanya beli plastik harga 7-8 rb, sekarang naik jadi 15 rb. Mau tidak mau harus dikurangi atau harga jual dinaikkan,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan pedagang lainnya. Mereka menyebutkan kenaikan harga plastik berdampak langsung pada keuntungan yang semakin menipis. Bahkan, sebagian terpaksa mengurangi kualitas atau ukuran kemasan demi menekan biaya.
Sementara itu, dalam sebuah video yang beredar di media sosial, seorang narasumber menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik tidak terjadi tanpa sebab. Ia menyebut faktor impor dan kondisi global menjadi pemicu utama.
“Alasan harga plastik naik itu karena masih bergantung pada impor bahan baku, ditambah kondisi global yang ikut mempengaruhi harga,” ungkapnya dalam video tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa fluktuasi harga di pasar internasional serta distribusi bahan baku yang tidak stabil membuat harga plastik di dalam negeri ikut terdampak.
Para pelaku UMKM berharap pemerintah dapat memberikan solusi, seperti stabilisasi harga atau alternatif bahan kemasan yang lebih terjangkau. Jika tidak, mereka khawatir kenaikan ini akan terus berlanjut dan semakin menekan keberlangsungan usaha kecil.
“Harapannya ada perhatian dari pemerintah, karena plastik ini kebutuhan utama kami. Kalau terus naik, usaha kecil bisa semakin sulit bertahan,” tutup salah satu pedagang.
(Pras)

Posting Komentar